Home LIFE Olahraga Budi Setiawan: Sepakbola Usia Dini Darurat Mindset Menang Kalah

Budi Setiawan: Sepakbola Usia Dini Darurat Mindset Menang Kalah

INDONESIADAILYNEWS.CO -

Kandidat bakal calon Ketua Asosiasi Pengurus Provinsi (Asprov) PSSI, DKI Jakarta, Budi Setiawan berjanji bakal memoles tata kelola sepak bola level usia dini di Ibu Kota. Selain mengedapankan program, Budi bakal mengikis mental menang atau kalah anak-anak.

Jakarta memiliki banyak pemain potensial di level akar rumput. Terbukti, Jakarta selalu kebanjiran event di level usai dini. Potret ini menunjukkan sepakbola cabang olahraga paling populer sekaligus diminati, bukan cuma anak-anak tetapi juga orang dewasa.

Banyak pihak fokus menggelar event sepakbola di usia dini . Budi menilai, kalau setiap event-event ini perlu mendapat penanganan serius karena melibatkan begitu banyak pihak terlibat aktif di sepakbola di level grassroot. Peran serta dan dukungan induk organisasi, PSSI menjadi sangat penting untuk menggarap program-program pembinaan sepak bola usia dini.

“Peran PSSI tentu menjadi sangat vital , karena sebagai pemegang regulasi tertinggi sepakbola di Indonesia, tentu publik dan seluruh stakeholder di Jabodetabek menunggu road map PSSI mengenai ide dan gagasan implementasi youth development,” papar Budi Setiawan kepada media di Jakarta, Kamis (12/10/2017).

PSSI di level provinsi, lanjut Budi, sebagai motor penggerak ideal sepakbola di level akar rumput. Karena ini wilayah teritorial Asprov. Tentu sinergi seluruh stakeholder sangat penting, termasuk antara Asprov dan PSSI.

Implementasi di lapangan bukan sekedar izin menyelenggarakan event youth dan grassroot, atau meminta tenaga wasit dari asprov.

“Namun lebih jauh lagi mensinergikan kesepemahaman mengenai goal dan target dari pssi pusat, disamping tentunya mengakomodir kepentingan” dari stakeholder,” kata Budi.

Bukan cuma praktek di dalam kelas, rangkaian seminar atau grup diskusi (FGD) sangat penting antara PSSI dan Asprov beserta stakeholder untuk membuka wawasan dan menyelaraskan program, target dan tujuan bersama.

“Saya percaya komunikasi menjadi kunci keberhasilan menyatukan dan mensinergikan kepentingan ini. Tentu ini menjadi sebuah terobosan dan akan menjadi sentimen positif di mata pelaku sepakbola,” sambungnya.

Lantas, apa urgensi dari pembinaan usia muda dengan sistem kompetisi saat ini untuk DKI? Budi melanjutkan, sangat penting dan perlu disadari bersama level grassroot adalah masa anak menikmati masa masa indah dan bersenang-senang dan bermain sepakbola.

Bukan pada hasil pertandingan, tapi menanamkan kecintaan anak terhadap permainan 11 melawan 11 ini. Kemudian, masuk di level advance, youth development di mana pemain sudah menuju sepak bola prestasi. Bukan sekedar bermain, tapi meraih target, mencapai angan dan cita-cita.

Berangkat dari pembinaan pemain, Budi prihatin dengan anak-anak di level grassroot sudah diintimidasi oleh pelatih dan orang tuanya. Tekanan tersebut mempengaruhi kondisi psikis sang anak

“Saya pikir ini pemahaman keliru, anak-anak seusia itu belum saatnya diajarkan tentang menang kalah. Prioritas utama adalah bagaimana anak menjadi sehat melalui olahraga, dan pilihan olahraga itu sepakbola, mengajarkan fairplay,” papar Budi.

Bila mendapat kesempatan memimpin Asprov DKI, selain membangun program-program sepakbola, Budi ingin memantapkan karakter anak-anak dengan sepakbola .

“Kami ingin mereka bukan cuma mempunyai karakter kuat, tapi fair dan respect terhadap bukan hanya peraturan di dalam lapangan tetapi juga di luar lapangan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pola pikir menang atau kalah dalam pertandingan untuk anak-anak harus segera diubah. Terpenting, mereka menikmati permainan dan bisa menjalani proses menjadi pemain profesional ke depan.

“Ini darurat. Mindset itu sesegera mungkin harus diubah. Mereka harus mendapatkan pemahaman sama tentang sepakbola, sehingga menang kalah bukan tujuan utama usia tertentu tetapi bagaimana anak menikmati dan dapat mengaktualisasikan potensi diri terbaik di dalam dan di luar lapangan,” pungkas Budi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 5 =