Home ekonomi Meliadi Sembiring: RUU Perkoperasian Akomodir Gen Milenial

Meliadi Sembiring: RUU Perkoperasian Akomodir Gen Milenial

INDONESIADAILYNEWS.CO -

Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring di Jakarta, Kamis (12/10/2017), mengatakan RUU Perkoperasian dirancang agar memberikan ruang bagi generasi milenial untuk berkiprah dalam dunia perkoperasian.

Oleh karena itu pihaknya bersama tim ahli Fraksi Kebangkitan Bangsa (FPKB) menggelar diskusi publik sebagai upaya menyerap aspirasi dalam rangka penyusunan RUU Perkoperasian yang saat ini sedang dibahas oleh Komisi VI DPR RI.

“Diskusi publik ini juga digelar untuk mendapatkan gambaran utuh serta penjelasan yang komprehensif terkait kondisi permasalahan, tantangan dan peluang yang dihadapi oleh koperasi saat ini,” ujarnya.

Meliadi mengungkapkan diskusi publik sekaligus dibutuhkan untuk mendapatkan masukan yang substantif dalam rangka penyusunan daftar inventarisasi masalah (DIM) RUU Perkoperasian.

“Hal ini juga dalam rangka menambah pemahaman serta menyerap aspirasi publik untuk bersama-sama mencari strategi dan jalan keluar untuk mendorong dan menghidupkan kembali gerakan ekonomi rakyat yang berbasis koperasi di Indonesia,” kata Meliadi.

Diskusi Publik ini menghadirkan beberapa nara sumber, yaitu Siti Mukaromah, S.Ag (anggota Komisi VI FPKB DPR RI/Kapoksi FPKB Komisi VI DPR RI), Dr. H. Irnanda Laksanawan (Wakil Ketua Lembaga Perekonomian NU), dan Dr. Dianta Sebayang, Dosen UNJ dan Generasi Muda Ansor NU, dan Suroto (pengamat koperasi/Ketua Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategis).

“Dalam diskusi publik tersebut banyak masukan dari para narasumber yang perlu di serap dan diolah sebagai bahan penyusunan dan perumusan DIM yang saelanjutnya akan dibahas oleh DPR dan Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM,” kata Meliadi.

Ia menambahkan di antara masukan yang disampaikan oleh para nara sumber, ada hal yang sangat penting dan menarik di dalam diskusi publik tersebut yaitu bahwa RUU Perkoperasian ke depan harus dapat menjawab tantangan dan peluang yang ada.

“Intinya bahwa RUU tersebut harus memberikan ruang bagi generasi milenial dengan melakukan rebranding koperasi,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight + five =