Home OPINI Menakar Peluang Kemenangan Dedi Mizwar dan Dedi Mulyadi di Pilkada Jabar

Menakar Peluang Kemenangan Dedi Mizwar dan Dedi Mulyadi di Pilkada Jabar

INDONESIADAILYNEWS.CO -

Calon Gubernur propinsi Jawa Barat dari partai Golkar telah ditentukan, Dedi mulyadi menjadi pemenang dalam perebutan tiket rekomendasi, sebagai ketua DPD 1 memang sudah selayaknya mendapatkan rekom partai, tetapi Dedi Mulyadi mendapat rekomendasi Partai (DPP) melalui perjalanan panjang yang dilaluinya.

Rekom DPP Golkar pertama keluar dan dideklarasikan oleh DPP terhadap pasangan Ridwan Kamil dan Daniel mutaqien.

Seiring waktu dan menjadi catatan akhir tahun kemarin bahwa pasangan RK dan Daniel mutaqien layu sebelum berkembang, faktornya perubahan signifikan dengan perubahan nahkoda baru partai Golkar dari Setya Novanto yang kena masalah Hukum E-KTP, digantikan oleh Airlanga Hartarto sebagai ketua umum dalam rapat pleno DPP dan di tetapkan dalam munaslub pada bulan Desember 2017 kemarin.

Menjadi akhir cerita perubahan di partai Golkar dengan memiliki nahkoda baru, yang memberikan harapan tinggi bagi internal partai dan bagi publik yang berharap partai Golkar tetap eksis dan bisa berbuat dalam dinamika politik nasional.

Dengan adanya perubahan di partai Golkar, ini berimbas terhadap pilkada Jawa Barat yang mencabut rekom terhadap Ridwan Kamil dan menetapkan dan mengusung Dedi Mulyadi kembali untuk menjadi Jabar I.

Dedi Mulyadi menjadi tokoh yang populer ditahun 2017, selain sebagai bupati Purwakarta, gerakannya dalam dinamika pilkada Jabar meningkatkan Popularitasnya menjadi salah satu calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat.

Infomasi di penghujung terakhir setelah Dedi Mulyadi menerima rekomendasi dukungan, ada info politik yang mengisyaratkan Dedi Mulyadi berduet dengan Dedi Mizwar yang diusung oleh Demokrat.

Dedi Mulyadi dan Dedi Mizwar menjadi calon pesaing kuat Ridwan kamil dalam beberapa hasil survei yang di liris, kalau duet Dedi mulyadi dan Dedi Mizwar terjadi dan didaftarkan ke KPU ini menandakan persaingan akan semakin sengit.

Di sisi lain Ridwan Kamil yang ditinggal Golkar masih tetap bisa mencalonkan walaupun masih rentan karena koalisi RK masih diterpa isu perpisahan oleh koalisi partai, dan calon lain yag di motori oleh Gerindara dan PKS mengusung calon lain, perkembangan pilgub Jabar masih dinamis sampai pendaptaran ke KPU awal bulan ini.

Akankah pasangan Dedi Mizwar dan Dedi Mulyadi menjadi pemenangnya nanti, dengan modal hasil survei menempatkan Dedi mizwar dan Dedi Mulyadi dibawah Ridwan Kamil, secara hitung-hitungan politik memungkinkan Dedi Mizwar dan Dedi Mulyadi memenangkan pertarungan, selain kemampuan leadership dari keduanya, mereka memiliki kelebihan lain sama- sama terpopuler saat ini, dan memiliki pengaruh sangat signifikan di wilayahnya.

Bagaiamanapun Dedi Mizwar walaupun basisnya adalah aktor kawakan tetapi selama 5 tahun selaku Wakil Gubernur menambah daya tarik tersendiri, karena memiliki pengalaman memimpin jabar walau selaku wakil, dan memahami geopolitik Jabar, ini mempermudah sosok Dedi Mizwar untuk melakukan akselerasi kerja kedepan, ditambah pasanganya Demul yang tidak diragukan lagi selaku kepala daerah dua periode yang memiliki kinerja yang bisa dilihat publik cukup inovatif dan menjadi contoh daerah lain.

 

Deni Yusup
(Peneliti Nusantara Riset)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 + eighteen =