Home PEMERINTAH Presiden Minta Kader PKK Kembangkan Ekonomi Produktif

Presiden Minta Kader PKK Kembangkan Ekonomi Produktif

INDONESIADAILYNEWS.CO -

Presiden Joko Widodo meminta para kader pembinaan keluarga sejahtera (PKK) ikut memperkuat ekonomi keluarga binaan dengan mengembangkan kegiatan ekonomi produktif.

“Saya ingatkan kepada kader PKK agar ikut memperkuat ekonomi keluarga,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-45 dan membuka Jambore Nasional Kader PKK Tahun 2017 di Ancol, Jakarta, Senin (02/10/2017) malam.

Presiden menyebutkan pemerintah juga sudah melaksanakan Program Keluarga Harapan untuk membantu keluarga prasejahtera.

“Saya harap para kader PKK ikut menggerakkan ekonomi produktif sehingga tiang ekonomi keluarga makin kuat,” katanya.

Presiden menyatakan setiap berkunjung ke daerah selalu melihat produk binaan PKK, termasuk produk makanan.

“Rasanya enak cuma packaging dan pemasaran yang kurang,” katanya.

Jokowi mencontohkan di Salatiga, Jawa Tengah, ada produk keripik singkong yang empuk karena dipresto, tapi kemasan kurang menarik dan tidak ada brand, padahal bisa diekspor.

“Satu kuncinya, yaitu kemasan saja, kalau ada produk bagus bisa minta ke Bekraf agar dibuatkan desain kemasannya,” nilai Jokowi.

Demikian juga di Bogor ada olahan dari ikan yang bagus yang harus diikuti dengan langkah berikutnya seperti pengemasan dan pemasaran termasuk melalui media dalam jaringan.

Ia juga meminta kader PKK jika menjumpai warga yang membutuhkan bantuan modal untuk diarahkan ke pemanfaatan kredit usaha rakyat.

“Bunga KUR hanya sembilan persen, sebentar lagi mungkin tujuh persen,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi mengingatkan bahwa keluarga adalah tiang negara.

“Negara kita menjadi kuat tidak lepas dari peran keluarga-keluarga yang ada di negara kita, saya ajak kader PKK di seluruh Tanah Air baik di desa perkotaan, daerah terpencil untuk memperkuat keluarga, terus membangun, kader PKK harus bisa menjadi pemandu jalan gerakan dalam pembentukan SDM Indonesia yang unggul,” tegasnya.

Tidak hanya gerakan ekonomi, PKK juga harus menggerakkan pola hidup sehat di keluarga masing-masing.

“Saya harap kader PKK ikut berperan dalam kesehatan termasuk deteksi dini kanker servik juga program Indonesia sehat, Indonesia pintar, ini fondasi siapkan anak-anak jadi SDM unggul,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fourteen + 11 =