Home PARLEMEN DPR Sejak 2 Tahun Baleg Tolak Pendampingan LSM Asing Bahas LGBT

Sejak 2 Tahun Baleg Tolak Pendampingan LSM Asing Bahas LGBT

INDONESIADAILYNEWS.CO -

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asing sudah melobi DPR sejak 2015 untuk memasukkan pembahasan RUU tentang lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Namun, upaya ini sia-sia dan tidak membuahkan hasil.

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Firman Soebagyo menegaskan, lobi pihak asing sudah datang sejak dua tahun lalu. Mereka mencoba meyakinkan DPR akan perlunya RUU LGBT, Bahkan, mereka pun siap melakukan pendampingan.

“Sudah sejak 2015 yang lalu. Kami tolak karena ini berisiko tinggi. Dalam membuat sebuah UU kami tidak bisa diintervensi. Kami punya norma-norma hukum. Kita punya politik hukum yang berbeda. Apakah kalau LGBT di sana dilegalkan silakan, tapi kami tidak bisa,” tegas Firman Soebagyo di komplek parlemen, Jakarta, Rabu (24/01/2018).

Soal itu, dia juga meminta kepada anggota DPR RI jika tidak mengerti substansi RUU tersebut jangan memberikan keterangan yang sembarangan.

Menurutnya, pembahasan RUU LGBT merupakan hal yang sensitif dimasyarakat sehingga anggota DPR RI yang tidak mengerti substansi jangan memberikan komentar daripada akan membuat kegaduhan di masyarakat.

“Terakhir mungkin saya mengimbau kepada para pimpinan dan anggota dewan sebaiknya kalau tidak menguasai substansi.Kalau ada pertanyaan-pertanyaan terkait dengan substansi yang tidak dikuasai lebih baik itu tidak perlu dijawab. Daripada menimbulkan perdebatan sampai sekarang ini,” tandas politisi Partai Golkar itu.

Sebelumnya diberitakan, LSM asing mencoba untuk ikut masuk dalam Rancangan Undang-Undang LGBT dan Pernikahan Semasa Jenis. Namun sebelum keinginan itu terlaksana, DPR secara tegas menolaknya.

“Bahwa pernah ada keinginan dari NGO asing yang menawarkan untuk memberikan pendampingan dan masukan tentang RUU LGBT. Dengan tegas Baleg menolak karena dalam penyusunan RUU kami tidak bisa diintervensi oleh siapapun dan dari negara manapun,” pungkas Firman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 + 6 =