Home Peristiwa Tim-Ses Paslon No.3 Kabupaten Intan Jaya Demo MK Dan KPU

Tim-Ses Paslon No.3 Kabupaten Intan Jaya Demo MK Dan KPU

INDONESIADAILYNEWS.CO -

Sekitar lima belas orang pendukung kubu pasangan bupati Yulius Yapugau dan wakilnya Yunus Kalabetme (nomor pemilihan 3) melakukan aksi protes ke Mahkamah Konstitusi (MK), Kementerian Dalam Negeri dan kantor KPU di Jakarta, Kamis (31/08/2017), terkait keputusan MK dalam sengketa Pilkada kabupaten Intan Jaya, Papua (29/08/2017).

Dalam aksinya, Aner Maisini, salah satu anggota tim sukses pasangan bupati dan wakilnya Yulius Yapugau-Yunus Kalabetme mengungkapkan lima cacat hukum keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah memutuskan pasangan Natalis Tabuni dan Yann Robert Kobogoyauw (nomor pemilihan 2) sebagai pemenang Pilkada Kabupaten Intan Jaya Papua (29/08/2017).

“Pertama, MK dalam keputusannya dalam sengketa Pilkada Kabupaten Intan Jaya, tidak melalui putusan sela dalam pemeriksaan C1 KWK yang diragukan kebenarannya,” kata Aner Maisini.

Kedua, cacat keputusan MK adalah pemeriksaan C1 KWK tanpa mengikutsertakan pengawas dalam hal ini Bawaslu. Ketiga, Keputusan MK tidak didasarkan kepada keterangan saksi dan ahli di persidangan.

“Ke empat, portal KPU RI bukan merupakan data penentuan yang sah. Menurut UU, pemilihan yang sah adalah melalui tahapan berjenjang yang merupakan hasil pleno dari tingkat bawah,” tambah Aner .

MK, lanjut Aner, tidak konsisten dengan keputusan sendiri.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat, Selasa (29/08/2017) memutuskan perselisihan Pilkada Bupati Intan Jaya dimenangkan kubu pasangan Natalis Tabuni dan Yann Robert Kobogoyauw nomor pemilihan 2. MK memutuskan hal itu setelah h dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) di tujuh tempat pemungutan suara dan penghitungan ulang formulir C1-KWK.

Ketetapan ini juga menganulir hasil yang sebelumnya ditetapkan oleh KPU setempat. KPU sebelumnya menetapkan bahwa pasangan calon nomor pemilihan 2, yakni Yulius Yapugau dan Yunus Kalabetme, sebagai pemenang. Pasangan itu memperoleh 33.958 suara.

Keputusan itu telah menimbulkan kemarahan pendukung salah satu pasangan dan menimbulkan kerusuhan sosial dengan pembakaran gedung pemerintahan di Intan Jaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 − one =